-
Green Zakat Index (GZI) 2026 menjadi salah satu evaluasi awal yang mengukur kesiapan aspek lingkungan pada 41 lembaga zakat di 18 provinsi. Penilaian dilakukan dengan metode Multi-Stage Weighted Index, dengan dimensi penyaluran sebagai komponen paling penting (bobot 0,30). Ini menunjukkan bahwa dampak lingkungan dari program zakat menjadi tolok ukur utama dalam kerangka Green Zakat Framework (GZF).
-
Secara keseluruhan, skor yang diperoleh berada di angka 53,7% (Eco-Transition). Artinya, sektor zakat nasional masih berada pada tahap transisi dan belum sepenuhnya mencapai level yang matang dalam aspek lingkungan. Dominasi kategori Eco-Transition dan masih rendahnya kategori Eco-Innovation (9,8%) menunjukkan adanya perbedaan kemampuan antar lembaga dalam menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan.
- Dari sisi dimensi, terlihat perbedaan yang cukup jelas. Dimensi kelembagaan (0,60) menjadi kekuatan utama, sementara dimensi pengumpulan (0,19) masih menjadi titik lemah. Ini menunjukkan bahwa meskipun struktur organisasi sudah mulai terbentuk dengan baik, strategi penghimpunan yang berbasis lingkungan seperti digital fundraising atau program loyalitas muzaki berbasis green masih belum banyak diterapkan.
-
Peningkatan skor GZI membutuhkan langkah yang lebih terintegrasi antara kebijakan dan pelaksanaan. Hal ini bisa dilakukan melalui percepatan digitalisasi, memperkuat kerja sama dengan mitra yang berorientasi lingkungan, serta mengembangkan pendekatan penyaluran zakat yang tidak hanya fokus pada aspek sosial, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan..
|
Laporan Survei Green Zakat Index |
![]() |

