Laporan Pemetaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan
Publisher: Pusat Kajian Strategis BAZNAS
Book Size: 29.7cm x 21 cm (A4)
ISBN:
Language: Bahasa Indonesia
© 2026 | 30 Pages
Synopsis:
Buku ini menyajikan potret komprehensif mengenai peran strategis Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat Desa/Kelurahan sebagai garda terdepan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Berangkat dari fakta tingginya disparitas kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan, laporan ini mengeksplorasi potensi zakat nasional yang mencapai Rp10,11 triliun per tahun jika dioptimalkan di 84.291 desa seluruh Nusantara. Melalui pendekatan deskriptif-kuantitatif yang memetakan 1.402 UPZ di 18 provinsi, buku ini mengungkap bahwa zakat bukan sekadar instrumen filantropi keagamaan, melainkan mesin penggerak ekonomi lokal yang mampu menjangkau hingga komunitas terkecil.
Analisis utama dalam buku ini menyoroti tantangan mendasar dalam kelembagaan zakat di tingkat akar rumput, di mana terdapat kesenjangan lebar antara kuantitas pembentukan unit dengan kualitas keaktifan operasional. Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 48,9% UPZ yang beroperasi secara aktif dengan pelaporan rutin, sementara sisanya masih terjebak dalam aktivitas musiman yang hanya berdenyut pada momentum Ramadhan. Temuan krusial mengungkapkan bahwa keaktifan manajemen berbanding lurus dengan perolehan dana; UPZ yang aktif secara rutin mampu menghimpun dana ZIS-DSKL hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan unit yang tidak aktif, menegaskan bahwa profesionalisme pengelola adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan muzakki dan stabilitas finansial organisasi.
Lebih lanjut, laporan ini membedah profil program kerja UPZ yang saat ini masih sangat didominasi oleh kegiatan literasi dan kampanye sebesar 55,1%. Meskipun fungsi edukasi ini berjalan baik, sisi penyaluran dana masih terkonsentrasi pada bantuan sosial kemanusiaan yang bersifat konsumtif, sementara program pemberdayaan ekonomi produktif baru mencakup 12,1%. Buku ini juga mengidentifikasi ketergantungan yang masih sangat tinggi pada Zakat Fitrah dibandingkan Zakat Mal sektoral seperti pertanian dan perniagaan. Rendahnya diversifikasi objek zakat ini menjadi indikator bahwa kedalaman literasi zakat di tingkat desa masih memerlukan intervensi serius melalui pendampingan intensif dan edukasi yang lebih teknis bagi para pengurus di lapangan.
Sebagai solusi visioner, buku ini menawarkan model integrasi program antara UPZ dengan ekosistem ekonomi desa, khususnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Melalui kolaborasi strategis, digitalisasi pelaporan via sistem SIMBA, dan transformasi dari pengumpulan musiman menuju manajemen bulanan, UPZ diharapkan dapat berevolusi menjadi lembaga yang mandiri dan berdaya. Buku ini menjadi referensi wajib bagi pengambil kebijakan di BAZNAS, pemerintah daerah, akademisi, hingga praktisi filantropi untuk memahami bagaimana membangun ekosistem zakat yang transparan dan akuntabel demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa yang berkelanjutan secara permanen.

