Preferensi muzaki terhadap kanal pembayaran zakat menunjukkan kecenderungan yang semakin mengarah pada fleksibilitas dan integrasi layanan. Kanal kombinasi yang memadukan layanan digital dan tradisional menjadi pilihan utama dengan proporsi 44,62%, diikuti kanal digital sebesar 29,23%, sementara 25,79% muzaki masih menggunakan metode pembayaran secara langsung melalui UPZ atau datang langsung ke gerai layanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan zakat tidak sepenuhnya menggantikan pola konvensional, melainkan berjalan secara paralel untuk mengakomodasi kebutuhan muzaki yang beragam. Faktor kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan paling dominan dalam pemilihan kanal pembayaran, disusul oleh kebiasaan serta aspek kecepatan dan kepraktisan. Rendahnya perhatian terhadap faktor keamanan dan kredibilitas mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan muzaki terhadap kanal pembayaran yang tersedia relatif sudah terbentuk dengan baik.
Dalam pengambilan keputusan donasi, kualitas dan relevansi program lembaga zakat menjadi faktor yang paling menentukan. Mayoritas responden menilai bahwa program yang ditawarkan sangat memengaruhi keputusan muzaki dalam menyalurkan ZIS, terutama program-program yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan respons kemanusiaan. Program seperti Beasiswa BAZNAS, Rumah Layak Huni, dan BAZNAS Tanggap Bencana memperoleh apresiasi tertinggi karena dinilai memberikan dampak langsung yang nyata bagi masyarakat. Program pemberdayaan ekonomi seperti ZChicken, Santripreneur, dan Desa/Kampung Zakat juga mendapatkan penilaian positif meskipun dalam tingkat yang lebih moderat. Sebaliknya, beberapa program lain masih memerlukan penguatan dari sisi eksposur, pemahaman publik, dan keterlibatan masyarakat agar manfaat dan dampaknya dapat lebih dirasakan secara luas.
Preferensi masyarakat juga menunjukkan adanya dorongan kuat agar penyaluran zakat lebih diarahkan kepada wilayah marginal, khususnya kawasan perdesaan dan wilayah 3T. Hal ini mencerminkan harapan terhadap distribusi bantuan yang lebih merata dan berkeadilan, serta mengurangi konsentrasi penyaluran di wilayah perkotaan dan pinggiran kota. Dalam konteks program yang paling efektif mendorong pembayaran zakat, Beasiswa BAZNAS dan BAZNAS Tanggap Bencana menjadi pilihan utama responden. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa program dengan dampak langsung, visibilitas tinggi, dan manfaat yang mudah dirasakan masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi muzaki serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.
|
Preferensi Program dan Kanal Pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah |
![]() |

