• Sebagai lembaga sosial, organisasi pengelola zakat (OPZ) memiliki peran yang penting dan strategis untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19. OPZ dapat bekerja sama dengan pemangku kesehatan terkait, baik itu di tingkat global maupun nasional, untuk memperluas perannya dalam mendukung studi terkait vaksin COVID-19.
  • Dalam praktiknya sejak pandemi muncul, OPZ yang memiliki unit kesehatan, seperti Rumah Sehat BAZNAS, dan Rumah Sehat Dompet Dhuafa, telah banyak berkontribusi melakukan penyuluhan kesehatan, terutama untuk kaum minoritas. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan banyak memberikan informasi terkait bahasa COVID-19, penanganan untuk diri sendiri, dan gejala- gejala terkait. Selain itu, Rumah Sehat Dompet Dhuafa dilaporkan menjadi salah satu rujukan untuk pasien positif COVID-19.
  • BAZNAS RI membagi program ke dalam dua program utama yaitu Program Penyaluran Khusus dan Program Penyaluran Pengamanan Program-Program Existing atau yang sedang berjalan. Untuk Program Penyaluran Khusus, BAZNAS RI telah memfokuskan penyaluran dana ZIS ke dalam dua program yang lebih spesifik dan sangat dibutuhkan dalam menangani dampak negatif yang ditimbulkan oleh COVID-19 yaitu program darurat kesehatan dan program darurat sosial ekonomi
  • Dalam program darurat kesehatan, BAZNAS RI telah melakukan langkah-langkah strategis di antaranya melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik seperti sekolah, perkantoran, stasiun kereta api dan terminal. Kemudian, BAZNAS RI juga telah memasang wastafel sehat di beberapa pusat keramaian agar memudahkan masyarakat untuk mempraktikkan mencuci tangan secara berkala. Selain itu, BAZNAS RI juga telah melakukan kegiatan-kegiatan kuratif di antaranya penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang disebar di rumah sakit-rumah sakit rujukan COVID-19 dan juga penyediaan ruang isolasi bagi pasien yang memiliki gejala terinfeksi COVID-19 di Rumah Sehat BAZNAS RI (RSB).
  • Pada program darurat kesehatan, BAZNAS RI menyalurkan dana Zakat sebanyak Rp, 2,092,629,533, dana Infak sebesar Rp8,044,333,016, dana CSR sebanyak Rp, 0, dan infak natura sebanyak Rp429,120,000 dengan total dana yaitu sebanyak Rp10,566,082,549.
  • Dalam menangani pandemic COVID-19, BAZNAS juga aktif berkolaborasi dengan lembaga lain, seperti Kementerian Agama, BNPB, Forum Zakat, dan Kementerian Kesehatan
  • Penguatan zakat yang dapat dilakukan setelah pandemi COVID-19 adalah dengan melakukan 3 langkah, yakni penguatan edukasi dan literasi zakat, penguatan sistem dan kelembagaan zakat nasional, serta penguatan advokasi kebijakan

 

Laporan BAZNAS dalam Penanganan Pandemi COVID-19
di Bidang Kesehatan