Panduan Program Air Bersih BAZNAS
Publisher: Pusat Kajian Strategis BAZNAS
Book Size: 29.7cm x 21 cm (A4)
RINGKASAN EKSEKUTIF
Krisis air bersih masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia. Data BNPB tahun 2026 mencatat 121 kabupaten/kota di 15 provinsi berada dalam kategori waspada dan siaga kekeringan. Sebanyak 37 kabupaten/kota berada pada status waspada dan 84 kabupaten/kota berada pada status siaga. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi yang mampu menjawab kebutuhan darurat sekaligus memperkuat ketahanan air masyarakat dalam jangka panjang.
Panduan Program Air Bersih BAZNAS disusun sebagai acuan bagi BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, mitra pelaksana, dan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, mengelola, serta memelihara program air bersih berbasis dana ZIS-DSKL. Panduan mencakup seluruh tahapan program, mulai dari asesmen kebutuhan, pemilihan intervensi, pembangunan, pengujian kualitas air, serah terima, hingga monitoring dan pemeliharaan berkelanjutan.
Intervensi Program Air Bersih BAZNAS mencakup pipanisasi dan rehabilitasi fasilitas, pembangunan bak penampungan, distribusi air menggunakan mobil tangki, serta pembangunan sumur bor. Panduan juga memperkenalkan Sistem Air Bersih Modular yang memungkinkan intervensi disesuaikan dengan kondisi sumber dan wilayah, seperti pemanfaatan air tanah, pemanenan air hujan, pengolahan air permukaan, tandon komunal untuk kekeringan sementara, hingga mobile water treatment pada kondisi bencana.
Aspek kualitas dan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam panduan ini. Program menerapkan Water Safety Plan dan Water Quality Assurance melalui uji awal sumber air, pengujian setelah instalasi, pemantauan kualitas secara berkala, serta tindakan korektif apabila kualitas air mengalami penurunan. Keberhasilan program juga diukur melalui akses penerima manfaat, kualitas dan kuantitas air, keberfungsian sarana, kelembagaan pengelola, serta dampaknya terhadap kesehatan dan ketahanan air mustahik.

